Showing posts with label teori. Show all posts
Showing posts with label teori. Show all posts

Saturday, October 26, 2013

lingkaran peri,afrika,namibia
 
Teori Baru Penyebab Lingkaran Peri di Namibia - Sebelumnya disebutkan penyebab lingkaran ini adalah rayap. Teori terbaru menyatakan tidak ada fauna yang terlibat.

Lingkaran peri di gurun pasir Namibia ini terbuat dari rumput Stipagrostis ciliate. Mungkinkah terjadi karena jarangnya air? (Norbert Juergens, National Geographic Stock/National Geographic News).
 
Beberapa waktu lalu sudah dijelaskan mengenai teori penyebab pembentukan "lingkaran peri" di gurun pasir Namibia. Dilaporkan dalam jurnal Science Maret lalu, penyebabnya adalah rayap pasir (Psammotermes allocerus).
 
Tapi kini muncul teori lain lagi yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE, bahwa penyebab lingkaran peri ini adalah rumput itu sendiri. Fenomena ini disebut Self-Organizing Spatial Vegetation Patterning.
 
Sistematikanya sendiri lebih mudah dari pada nama fenomenanya, yakni sebagai berikut: di ekosistem kering macam Namibia, kompetisi mendapatkan air sangatlah sengit. Maka itu, rerumputan yang terlihat kalem di bagian permukaan, sebenarnya berkompetisi ketat di bawah tanah, pada level akar.
 
"Kami berhipotesa bahwa tempat tandus ini muncul karena persaingan antar-rumput di bawah tanah," demikian tulis laporan tersebut. Pertumbuhan individu rumput yang kuat berkompetisi di bawah tanah, menghambat pertumbuhan dari rumput di sebelahnya. Akibatnya, membentuk tambalan besar. Demikian bunyi tambahan laporan tersebut.
 
Dengan kata lain, siapa pun yang menang dalam persaingan mendapatkan air, membuat rumput tetangga mati karena dehidrasi. Sehingga menciptakan tambalan besar, inilah yang dihubungkan dengan pembentukan lingkaran peri.
Lingkaran peri sendiri adalah tanah yang sebidang tanah kecil yang nampak seperti tambalan dan menyebar di atas padang rumput.
 
Keuntungan cincin
Meski terlihat kejam, tambalan di tengah rumput ini sebenarnya menguntungkan bagi tetumbuhan lain di sekitarnya. Sebab, tambalan di tengah itu berperan sebagai waduk kelembaban dan nutrisi. Juga untuk menahan source daya tersebut untuk diasup tanaman di sekitar dan menciptakan lingkaran rapi dari rumput.

Kelembaban dan nutrisi ini pula yang membuat rumput lebih besar tumbuh di tepi lingkaran. Serta membantu lingkaran tanaman ini selamat dalam menghadapi kekeringan berkepanjangan.
Studi ini menunjukkan bahwa ketepatan dan jarak lingkaran peri bisa diprediksi secara akurat berdasarkan beberapa faktor lingkungan. Termasuk biomassa vegetasi, pengendapan, dan suhu musiman. Dengan demikian mengindikasikan bahwa lingkaran peri merupakan fenomena yang bergantung pada iklim.
 
 
[ source ]

Alat pengukur gravitasi milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil membuktikan dua asumsi kunci yang dicetuskan Albert Einstein dalam teori relativitas. Teori ini dicetuskan oleh Einstein pada 52 tahun yang lalu.
Misi The Gravity Probe-B (GP-B) diluncurkan pada tahun 2004 untuk mempelajari dua asumsi Einstein. Pertama, mengenai efek geodesi, atau adanya lengkungan ruang dan waktu di sekitar gravitasi. Kedua, asumsi mengenai frame-dragging, yang menjelaskan jumlah struktur ruang-waktu yang terpilin akibat rotasi suatu massa.    
Bayangkan bumi seakan-akan terbenam di benda seperti madu, ketika bumi berotasi, madu di sekitarnya akan membentuk pusaran yang mengikuti (swirl), begitu pula dengan ruang dan waktu. Demikian menurut analogi Francis Everitt, peneliti Stanford University yang juga peneliti utama GP-B.
Gravity Probe-B menggunakan empat gyroscope (pengukur orientasi) dengan tingkat ketepatan ultra tinggi untuk mengukur dua hipotesa gravitasi ini. Alat ini kemudian mengkonfirmasi kedua efek gravitasi dengan mengarahkan alat ini ke bintang yang disebut IM Pegasi, untuk menciptakan presisi yang netral.
Jika gravitasi tidak berdampak terhadap ruang dan waktu, maka gyroscope GP-B akan menunjuk ke arah yang sama saat probe itu berada di kutub orbit sekitar bumi. Bagaimana pun, gyroscopes memiliki perubahan kecil tapi terukur terhadap arah putaran daya tarik bumi.
"Hasil misi ini akan memiliki dampak jangka panjang terhadap teori yang dimiliki ahli fisika," kata Bill Danchi, ahli antrofisika dan pengamat di Markas Nasa di Washington.
"Setiap teori yang meragukan teori Einstein dalam hal relativitas umum akan mencoba untuk mencari hasil pengukuran yang tepat dari yang telah dilakukan GP-B," lanjut Danchi.
Hasil ini menjadi proyek terpanjang yang dilakukan NASA, yang telah terlibat dalam penelitian gyroscope untuk relativitas sejak 1963.   
Penelitian dan percobaan yang dilakukan selama berpuluh tahun ini telah merintis teknologi untuk mengendalikan gangguan yang bisa mempengaruhi pesawat ulang-alik, seperti daya tarik aerodinamis, medan magnet, dan variasi hawa panas. Lebih jauh, misi pelacak bintang dan gyroscope NASA merupakan alat dengan presisi tertinggi yang pernah didesain dan diproduksi.   
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!